Press "Enter" to skip to content

The Conjouring: The Devil Made Me Do It – Santet Menyantet Aliran Sesat

Salah satu poster Conjuring 3 di imdb

Setelah penantian selama lima tahun lamanya Conjuring 3 akhirnya dirilis. Berbeda dari dua film sebelumnya ,The Conjuring 3 ini disutradarai oleh Michael Chaves, namun demikian James Wan sang sutradara kedua film sebelumnya tetap memberi kontribusi untuk menulis ceritanya.

Film the Conjuring: The Devil Made Me Do It masih berkutat tentang petualangan pasangan paranormal Ed (Patrick Wilson) dan Lorrine Waren (Vera Farmiga) yang kali ini harus berurusan dengan okultisme. Sekedar informasi sekitar tahun 1980 an wilayah Conecticut ramai oleh pembunuhan berantai berbau sekte pemujaan.

Plot

Keluarga Glatzel

Arne Cheyenne Johnson (Ruariri O’Connor) didakwa hukuman mati atas pembunuhan sadis yang tidak disadarinya. Sebelumnya, Arne mentasbihkan agar iblis masuk ke dalam dirinya dari pada saat ritual pengusiran setan keluarga Glatzel yang dilakukan pasangan Lorrine. Kala itu sang bungsu keluarga Glatzel, David, mengalami kerasukan hebat yang hampir mencelakai semua orang. Arne yang berada didekatnya meminta agar sang iblis masuk ke tubuhnya daripada menyakiti David. Tanpa disadari , iblis pun berpindah masuk ke tubuh Arne. Hanya Ed saja yang mengetahui kejadian tersebut.

Dalam perjalanan pembuktian sidang, pasangan Lorraine menemukan bahwa segala permasalahan ini disebabkan ulah seorang pemuja setan. Sosok karakter jahat itu secara acak menentukan sejumlah orang untuk dijadikan pengorbanan kepada iblis. Setidaknya butuh tiga orang yang mewakili tiga jenis korban: the child, the lover, dan the man of God. The Child dikisahkan diwakilkan oleh Jessica Strong yang tewas masuk ke danau usai membunuh temannya sendiri, Katie, dalam kondisi kerasukan. The lover diwakilkan oleh Arne yang didakwa membunuh Bruno tuan tanahnya sendiri dengan cara yang sadis. Sedangkan The Man of God adalah Ed yang merupakan manifestasi dari kepercayaan Tuhan.

Santet di sekte pemujaan

Disetiap kejadian kerasukan ditemukan sebuah totem. Mungkin disini, totem bisa dibilang media yang dipakai untuk menyantet atau menebar kutukan kepada seseorang. Penyelidikan mereka mengarah kepada putri mantan pendeta, Isla yang terobsesi akan ilmu hitam. Untuk membatalkan semua kutukan dari Isla kepada Arne dan Ed, altar yang menjadi tempat persembahan dan pemujaan kepada iblis harus dihancurkan. Dengan begitu, Isla bisa kalah dan jiwanya dibawa iblis ke neraka.

Ketika berusaha memengaruhi Ed untuk membunuh Lorraine, upaya Isla gagal sehingga ia harus mengorbankan dirinya sendiri sesuai perjanjiannya dengan iblis. Ed dan Arne yang semula terkena santet Isla akhirnya bisa sadar kembali.

Konklusi

Beberapa catatan yang bisa dijadikan rujukan saat mau menonton film ini antara lain adalah adegan- adegan jumpscare yang tidak kalah dengan seri sebelumnya. Jika sudah pernah nonton The Curse of La Llorona warna-warna jumpscare seperti ini menjadi ciri khas Chaves.  

Dari sisi karakter, Vera Farmiga dan Patrick Wilson cukup hebat dalam memerankan pasangan Lorraine sampai bisa dibilang ikatan peran mereka seperti pasangan Lorraine sesungguhnya. Karakter Arne sebagai pemuda yang kerasukan juga terlihat meyakinkan. Selain itu ada juga Isla yang diperankan sangat baik oleh Eugenie Bondurant sebagai dukun santet. Dan sang asisten mereka, Drew Thomas (Shannon Kook-Chun) yang muncul disetiap seri Conjuring.

Mungkin yang membuat film ini terlihat janggal buat saya adalah sosok hantu yang merasuk ke tubuh seseorang berbadan besar yang menyerang Ed dan Lorraine. Bisa dibilang seri ketiga ini sepertinya kekurangan sosok menakutkan dibandingkan pertama dan kedua.

Alur cerita yang memperkenalkan konsep kutukan bisa menjadi warna baru dalam film ini. Meski demikian tujuan utama sang dukun yang hanya untuk menimbulkan kekacauan belaka terlihat masih sangat mainstream sehingga perlu digali lebih dalam lagi .

Secara keseluruhan, film The Conjuring: The Devil Made Me Do It masih bisa dibilang film horror bertensi tinggi walau tidak seseram seri seri sebelumnya. Walau paling lemah, bukan berarti jelek ya. Elemen-elemen baru yang ditampilkan oleh sang sutradara bisa membangun suasana yang cukup menyeramkan. Pada akhir film, tidak ada post credit scene yang mengindikasikan kelanjutan film, yang ada cuma literasi kejadian sebenarnya saja yang ditampilkan dalam bentuk dokumenter.

Director: Michael Chaves 
Writers  : James Wan, David Leslie 
Stars       : Patric Wilson, Vera Farmiga, Ruariri O’Connor
Horror, mistery, thriller 
17+ 
1:52 
2021
 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!