Press "Enter" to skip to content

Sinopsis Film Fear Street Part 3: 1666 – Klimaks dari Seri Fear Street

credit: imdb

Trilogi Fear Street berakhir di seri ini. Bagaimana usaha Deena dan Ziggy mencoba membebaskan Hannah Shadyside dari cengkraman kutukan Sarah Fier. Apakah kutukan yang menimpa Shadyside benar-benar dibuat oleh Saraf Fier? Di FS Part 3 ini kejadian-kejadian misteri di kota Shadyside dan Sunnyvale akan terjawab.

Alur mundur

Setelah menyatukan kembali tangan Sarah Fier yang terputus, Deena memiliki penerawangan peristiwa 1666 dari sudut pandang Sarah Fier. Sarah tinggal bersama ayahnya George (Randy Havens) dan saudara laki-lakinya, Henry di Union, sebuah pemukiman awal sebelum terpecah menjadi Sunnyvale dan Shadyside. Di komunitas ini juga tinggal Pendeta Cyrus Miller (Michael Chandler), putrinya Hannah (kekasih Sarah), Abigail dan saudara perempuannya Constance, Mad Thomas, Caleb, teman-temannya Lizzie, Issac, dan Solomon Goode (leluhur sheriff Nick Goode).

Suatu malam, Sarah, Lizzie, dan Hannah menyelinap ke tenda seorang janda penyendiri, di mana Sarah menemukan sebuah buku ilmu hitam. Antara Sarah dan Hanah memang terjalin sebuah hubungan yang tidak direstui oleh orangtua masing-masing. Hingga pada suatu malam saat mereka ehem..ehem Sarah melihat sebuah sosok yang selama ini mengintip secara diam-diam. Keesokan harinya, Pendeta Miller mulai bertingkah aneh. Ia ngedumel tidak jelas.  Berikutnya, komunitas itu dilanda kejadian-kejadian misterius, seperti seekor anjing yang tenggelam di sumur, buah-buahan yang tiba-tiba busuk dan kejadian-kejadian lainnya yang mengerikan.

Pengakuan Sarah Fier

Sarah mengaku pada Solomon yang selama ini menaruh hati padanya dan bertanya apakah kejadian-kejadian yang menimpa komunitas disebabkan oleh dosa yang ia perbuat? Sebelum Solomon menjawab, terdengar teriakan orang-orang yang mengatakan Pendeta Miller telah mengunci beberapa anak di kapel. Saat Solomon dan warga lain mendobrak pintu, mereka menemukan Pendeta Miller telah membunuh anak-anak dengan cara yang mengerikan, termasuk Henry dan Constance. Pendeta Miller sendiri akhirnya terbunuh oleh Solomon saat mencoba untuk membantai warga yang lain.

Dihukumnya para pendosa

Malamnya, diadakan pertemuan yang memutuskan bahwa penyebab kejadian-kejadian mengerikan yang sedang terjadi selama ini adalah ulah Sarah dan Hannah yang telah berbuat dosa. Mengetahui hal itu, keduanya lantas melarikan diri, tetapi Hannah berhasil ditangkap sementara Sarah berhasil lolos. Malamnya, Sarah menyelinap dimana Hannah ditahan dan memutuskan untuk mengambil buku ilmu hitam dari seorang perempuan janda dan menggunakannya untuk membuat kesepakatan dengan iblis untuk menyelamatkan Hannah.

Sebelum menemukan buku tersebut, Sarah malah mendapati perempuan itu telah mati terbunuh sementara bukunya lenyap. Ia langsung meninggalkan pondok itu dan menuju rumah Solomon untuk meminta bantuan. Saat bersembunyi Sarah menemukan terowongan di bawah rumah Solomon yang akhirnya terungkap bahwa Solomonlah yang menyebabkan semua kejadian-kejadian di Uninon. Membuat kesepakatan dengan iblis, melakukan ritual sesat untuk merasuki Pendeta Miller membunuh anak-anak dengan imbalan kekuasaan dan kekayaan.

Akhir sebuah pelarian

Solomon menawarkan untuk berbagi dengan Sarah, namun Sarah menolaknya hingga ia harus berkelahi yang menyebabkan sebelah telapaknya terputus. Pelarian Sarah berujung dengan ditangkapnya dirinya. Menjelang eksekusi Sarah dan Hannah, Sarah mampu meyakinkan warga untuk menyelamatkan nyawa Hannah, dengan imbalan nyawanya. Ia lantas bersumpah membalas dendam atas kematiannya kelak kepada keturunan Solomon.

Review

Dibanding seri keduanya, Fear Street Part 3: 1966 memang diharapkan menjadi seri pamungkas dari trilogi Fear Street. Ada sedikit catatan buat Janiak jika ingin membuat spin-off kedepannya, seperti berkurangnya gore dan jumpscare yang tidak seintens seri-seri sebelumnya. Akhir cerita yang kelewat biasa-biasa saja, bahkan terkesan klasik, apakah ini memang ciri khas Janiak untuk menuntaskan alur di film? Cerita-cerita RL Stine memang mempunyai style tersendiri dalam memusnahkan monster-monster. Dibiarkan lepas, dikumpulkan, lalu dihabisinya.

Setting yang kurang mendukung untuk menghidupkan era puritan silam. Dimana segala yang berbau hura-hura adalah sesuatu yang dilarang, Janiak malah menghidupkannya dengan menampilkan scene pesta pergaulan.Namun demikian ada warna-warna yang menjadikan unggulan di seri ini. Seperti baiknya permainan tone scene era puritan yang terkesan suram. Twist pada film yang secara naratif menjadi jawaban atas semua misteri tentang awal perbedaan Sunnyvale dan Shadyside.

Director  : Leigh Janiak
Writers    : Zak Olkewicz, Phil Graziadei
Stars         : Kiana Madeira, Ashley Zukerman, Gillian Jacobs
Horror, thriller, mystery, gore
R
1:54
2021 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!