Press "Enter" to skip to content

Menunggu Messiah Netflix di Season Selanjutnya

Sewaktu pertama kali trailer film Messiah tayang di internet, reaksi public di dunia cukup beragam. Ada yang menolak bahkan ada juga yang bersikap biasa-biasa saja seolah ini hanya sebuah karya sinema Hollywood yang penuh fiksi belaka. Bahkan di Yordania film seri ini dilarang tayang walau tak ada pernyataan resmi serial ini bakal dihapus Netflix Yordania, padahal lokasi pengambilan gambarnya paling banyak di negara itu.

Seperti diketahui, film Messiah ini berkisah tentang sosok misterius yang dipercaya memiliki mukjizat yang mampu membuat siapa saja yang melihatnya menjadi takjub. Sosok yang dipercaya sebagai Al Masih hingga sebagai sosok yang dipercaya sebagai Da’jal.

Plot

Berlatar situasi di Timur Tengah ketika pemberontak ISIL atau ISIS mulai memasuki wilayah Damaskus, Suriah. Seorang pria misterius berdiri di depan orang banyak sambil berkhotbah bahwa kelak Tuhanlah yang akan mengakhiri peperangan dan menentukan nasib orang Suriah. Tak lama setelah itu muncullah badai pasir yang membuat kocar kacir orang sekitarnya. Dalam beberapa hari berikutnya diceritakan ISIL akhirnya menarik mundur pasukannya dari wilayah Damaskus. Omongan pria misterius yang tak diketahui namanya itu satu per satu menjadi kenyataan. Masyarakat pun mulai mempercayai sosok yang kemudian disebut sebagai “Al-Masih” ini. Masyarakat percaya bahwa ia adalah sosok yang kembali datang untuk menyelamatkan umat manusia di akhir zaman.

Kemunculan pria misterius ini menarik perhatian intelejen Amerika. Lewat seorang agennya, Eva Geller (Michelle Monaghan) menyelidiki kehadiran pria misterius yang dipercaya sebagai Al Masih itu. Pasalnya pria ini membawa 2,000 penduduk Damaskus menuju Yerusalem dengan hanya berjalan kaki. Di Yerusalem, kembali ia mengeluarkan mukjizat dengan menghidupkan seorang anak kecil yang tertembak. Tidak hanya Amerika saja yang tertarik akan pria ini, pihak Israel pun sibuk menyelidiki asal-usulnya. Melalui Aviram (Tomer Sisley) si pria ini diinterogasi. Bukannya memberikan informasi, ia malah membuat kesal Aviram dengan mengorek-ngorek masa lalunya.

Dari Timur Tengah, kemudian beralih ke Amerika Serikat dimana sang Al-Masih ini mempertunjukan kemujizatannya dengan menyelamatkan seorang anak pendeta dari terjangan angin topan. Di Washington DC pun ia berjalan di atas air melintasi kolam.

Penyelidikan Eva dan Avram membuahkan hasil. Pria misterius yang dipercaya sebagai Al-Masih tersebut ternyata bernama Payam Golshiri (Mehdi Dehbi), seorang mahasiswa putus kuliah pengidap delusi. Ia kerap beranggapan bahwa dirinya adalah sang pembawa pesan dari Tuhan untuk mengingatkan umat manusia.

Menimbulkan kontroversi

Messiah mengangkat cerita tentang seorang pria misterius yang bertingkah layaknya seperti seorang juru selamat. Namun jika merunutnya sedari awal tidaklah seperti yang dibayangkan. Di awal-awal episode memang Messiah menggambarkan layaknya seorang juru selamat. Mengumpulkan massa yang berada ditengah ketidakpastian nasib mereka dengan mengajaknya hijrah ke negeri baru atau mengembalikan keimanan seorang pemuka agama yang sedang tergelincir keimanannya atau juga mempertontonkan sesuatu yang dipercaya sebagai mukjizat. Namun demikian, semakin disimak sosok Messiah sebagai sang juru selamat malah berlaku sebaliknya. Awalnya ia disangka sebagai Al Masih yang muslim dengan membebaskan bangsa Palestina dan Suriah, tapi anehnya ia malah tidak menjalankan shalat.

Di lain adegan ada pula saat ia menelantarkan para pengikutnya di tengah perbatasan. Atau juga scene ketika seorang ibu yang mendatanginya untuk menyembuhkan sang anak yang sedang sakit parah, namun ia malah membiarkannya mati. Disini perlahan kebenaran tentang dirinya mulai terkuak. Mungkin juga sosok Dajal yang dialamatkan kepada Messiah benar adanya. Akan tetapi, menyerahkan penilaian tentang sosok Al Masih sebgai juru selamat atau bukan yaitu kepada orang-orang yang mempercayainya.

Anggap saja ini simulasi jika akhir jaman tiba, muncul sosok seperti Payam Golshiri apakah kita akan mengakuinya sebagai seorang juru selamat, nabi palsu ataukah seorang Da’jal yang siap menyesatkan umat.

Bagaimana dengan di Indonesia? Sebab saat pertama kali trailernya muncul, di Indonesia mulai marak protes agar tidak menayangkan serial ini. Padahal sih, film ini biasa-biasa saja. Tidak ada yang perlu ditakuti apalagi dapat menggelincirkan iman seseorang.  Film ini juga meninggalkan sebuah plot yang ambigu ketika Payam dan Avram berhasil selamat dari kecelakaan pesawat yang mengangkutnya dan seketika itu juga pandangan skeptis Avram berubah terhadap Payam.


 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!