Press "Enter" to skip to content

A Quiet Place – Tetap Menegangkan Walau Minim Dialog

Rating: PG-13 (for terror & bloody images)
Genre: Drama, Horror 
Directed By: John Krasinski
Written By: Bryan Woods, Scott Beck, John Krasinski
In Theaters: Apr 6, 2018  Wide
Runtime: 90 minutes
Studio: Paramount Pictures
Stars: Emily Blunt, John Krasinski, Millicent Simmonds

A Quiet Place merupakan gambaran film yang mengharuskan pemainnya menjalani kehidupan tanpa bersuara. Apa jadinya jika harus hidup terpencil jauh dari kebisingan suara dan hingar bingar? Bukan karena semata-mata ingin tenang, melainkan kesunyian tersebut merupakan kunci untuk bertahan hidup.

Plot

Pasca Apocalypse

Diceritakan pasca kehancuran kota akibat serbuan mahluk asing sebuah keluarga tinggal di sebuah desa terpencil dengan keadaan yang sunyi senyap. Hal ini dilakukan untuk menghindari predator yang memang memburu korbannya yang mengeluarkan suara. Sang ayah yang diperankan oleh John Krasinksi bertugas mengumpulkan buruan untuk hidangan santapan sehari-hari dibantu oleh anak laki lakinya (Noah Jupe), adapula anak laki-laki yang bungsu. Sang ibu (Emily Blunt) ditemani oleh anak perempuannya yang difabel (Millicent Simmonds). Pada adegan pembuka, mereka semua berangkat pergi untuk mengumpulkan makanan disebuah minimarket. Tertarik oleh sebuah mainan, sang kakak perempuan memberikannya kepada adik laki-laki bungsunya walau sudah dilarang oleh ayahnya. Diperjalanan menuju rumah, petaka pun terjadi, mainan yang dibawa tadi mengeluarkan suara nyaring  yang memancing monster itu keluar. Slassshh….si bungsu tadi tinggal kenangan.


sumber: imdb

Setahun berlalu, sang kakak perempuan hidup dengan rasa bersalah atas kematian saudara laki-lakinya, sedang sang ibu tengah mengandung kembali. Saat sang ayah,  mengajak anak laki-lakinya ke sungai terdekat untuk mengajarinya memancing sang kakak bersikukuh untuk menggantikan adiknya yang saat itu sedang ketakutan. Kecewa kepada sang ayah, ia pun pergi sendirian mengunjungi makam sang adik bungsu dan tertidur sampai malam tiba. Di sungai, ayahnya menjelaskan kepada anak laki-laki bahwa makhluk-makhluk itu tidak akan mendengar selama suara yang lebih keras menutupi suara yang kecil. Sementara itu sang ibu berjalan keruang bawah tanah untuk mencuci baju. Tanpa disengaja, diapun menginjak paku dan menjatuhkan bingkai kaca hingga menimbulkan kegaduhan memancing mahluk untuk memangsanya.

Melanjutkan hidup kembali

Lewat isyarat lampu, ia memperingatkan sang ayah dan anak-anaknya tentang bahaya yang mengancam sambil berjuang untuk tetap diam selama kontraksi. Tiba pulang memancing dan melihat lampu, sang ayah menginstruksikan anak laki-lakinya untuk menyalakan kembang api sebagai pengalih perhatian sementara ia berlari untuk menemukan ibunya yang pada saat itu bersembunyi di kamar mandi dengan putra mereka yang baru lahir. Sang ibu memohon pada sang ayah untuk mencari anak-anak mereka diluar. Kelelahan sang ibupun tertidur. Saat terbangun ia tersadar ruang bawah tanah telah dibanjiri air dari pipa yang bocor ditengah ancaman mahluk yang saat itu sudah ada disana.


credit: imdb

Sebuah penemuan

Sang kakak bergegas kembali ke peternakan hingga akhirnya menemukan adiknya. Mereka berlindung diatas silo. Mereka pun menyalakan api untuk memberitahukan ke sang ayah tentang keberadaan mereka. Tanpa sengaja sebuah pintu terbuka sehingga sang adik jatuh, tenggelam kedalam timbunan jagung, sang kakak melompat masuk dan menyelamatkannya. Mereka menghindari bahaya lebih lanjut dengan bersandar ke pintu yang jatuh dan bertahan dari serangan makhluk berikutnya dengan bersembunyi di bawahnya. Implan koklea (alat bantu dengar) yang digunakan oleh sang kakak ternyata memancarkan suara berfrekuensi sangat keras dan bereaksi terhadap makhluk itu sehingga mendorong makhluk itu pergi. Anak-anak pun melarikan diri dari silo dan bersatu kembali dengan ayahnya. Bahaya belum berakhir, makhluk itu kembali mengejar mereka, sang ayah melawannya dengan kapak sementara anak-anaknya bersembunyi di sebuah truk.

Saat mahluk itu hendak memangsa mereka, akhirnya sang ayah mengorbankan dirinya untuk menarik makhluk itu menjauh dari anak-anaknya. Merekapun berhasil menjalankan truk dan bertemu dengan ibu dan adiknya di rumah. Dibawah tanah, barulah sang kakak sadar bahwa kenapa selama ini ia tidak pernah diizinkan ke ruang bawah tanah sebelumnya, ia melihat catatan ayahnya pada makhluk dan eksperimennya dengan beberapa implan yang berbeda, serta peralatan radio serta kamera pengawas keamanan. Saat makhluk itu kembali menyerang, sang kakak menempatkan implan koklea yang dikuatkan pada mikrofon terdekat hingga menimbulkan suara bising mengusir makhluk itu. Akibat bunyi yang ditimbulkan makhluk itupun akhirnya mati akibat tembakan di kepala dari sang ibu. Jedaarrr!!..Lewat monitor, dua makhluk lain mendekat. Merekapun telah bersiap untuk melawannya.

Konklusi


Disepanjang film A Quiet Place ini praktis tidak ada dialog suara antar pemain. Hanya beberapa scene saja yang saya ingat, yaitu saat sang ibu melahirkan bertemu dengan sang ayah serta adegan memancing di sungai, selebihnya dialog dilakukan dengan bahasa isyarat. Ada pula mengapa saya menulis para pemainnya dengan kata pengganti karena memang sepanjang film tidak ada penggambaran yang merujuk pada nama panggilan tokoh-tokohnya. Jadi kalau anda mau melihat nama-nama tokohnya paling tidak anda harus melihat di credit tittle atau silahkan googling saja. Ide cerita A Quiet Place menurut saya brilian, merobek pakem film sejenisnya. Penggambaran karakter antar pemain klop,  terutama sang ayah yang diperankan John Krasinksi yang juga merangkap sebagai sutradara serta pemeran sang kakak yang aslinya memang difabel. Jump scare di beberapa adegan yang membuat setiap penontonnya mengela nafas ataupun berteriak.

Film A Quiet Place menitipkan sebuah pesan moral yakni bagaimana sebuah keluarga harus saling menjaga satu sama lain, bagaimana sang kepala keluarga harus berkorban demi anak-anaknya atau juga mengapa selama ini mengapa orang tua melarang anak-anaknya melakukan hal ini itu tanpa disadari oleh mereka adalah demi kebaikan mereka juga. Namun ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab jika mungkin sequelnya atau prequelnya nanti dibuat; yaitu darimana mahluk buta itu berasal, mengapa para tentara tidak bisa mengalahkannya, jika suara bising lain bisa menyelamatkan kenapa tidak tinggal di sungai saja atau juga orang-orang lain yang berhasil selamat mengapa tidak bersatu saja ya?

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!